Pasukan militer Filipina dan AS memulai fase kedua latihan gabungan 'Balikatan' di Laut China Selatan, berfokus pada operasi maritim dan melibatkan 1.500 personel serta alat utama pertahanan.
Pasukan militer Filipina dan AS memulai fase kedua latihan gabungan 'Balikatan' di Laut China Selatan, berfokus pada operasi maritim dan melibatkan 1.500 personel serta alat utama pertahanan.
Militer Filipina dan Amerika Serikat (AS) memulai Fase II latihan gabungan tahunan 'Balikatan' di kawasan Laut China Selatan. Latihan ini berfokus pada operasi pertahanan maritim, penembakan artileri dari laut ke darat, serta latihan anti-kapal selam.
Latihan berskala besar ini melibatkan sekitar 1.500 personel, kapal perang, dan pesawat tempur dari kedua negara sekutu. 'Balikatan' merupakan latihan rutin terbesar antara Manila dan Washington.
Penggelaran kekuatan militer ini berlangsung di perairan yang menjadi sumber perselisihan teritorial di kawasan Indo-Pasifik. Latihan dilaksanakan dalam konteks ketegangan yang berlanjut terkait klaim wilayah maritim yang tumpang tindih di kawasan tersebut.