Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain dengan rudal jelajah sebagai balasan atas serangan AS ke PLTN Darkhovin, menyebabkan kerusakan signifikan dan meningkatkan ketegangan di Teluk Persia.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain dengan rudal jelajah sebagai balasan atas serangan AS ke PLTN Darkhovin, menyebabkan kerusakan signifikan dan meningkatkan ketegangan di Teluk Persia.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal jelajah yang menargetkan pusat data milik Amazon di Bahrain. IRGC menyatakan serangan ini sebagai balasan langsung atas serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Darkhovin di Iran.
Menurut pernyataan resmi IRGC, serangan tersebut berhasil mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas target di Bahrain. Di sisi lain, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dilaporkan telah memulai investigasi terkait insiden yang terjadi di lokasi PLTN Darkhovin Iran.
Insiden saling serang ini memicu peningkatan ketegangan militer dan geopolitik di kawasan Teluk Persia, melibatkan secara langsung Iran dan Amerika Serikat.