Iran menilai AS menggunakan tekanan militer, termasuk serangan Centcom 8 Juli, untuk melemahkan posisi negosiasinya di Selat Hormuz, sementara perundingan dengan mediasi regional masih berlanjut.
Iran menilai AS menggunakan tekanan militer, termasuk serangan Centcom 8 Juli, untuk melemahkan posisi negosiasinya di Selat Hormuz, sementara perundingan dengan mediasi regional masih berlanjut.
Iran menuduh Amerika Serikat menggunakan tekanan militer untuk melemahkan posisi negosiasi Teheran menjelang perundingan lanjutan. Pernyataan ini disampaikan anggota parlemen Iran, Ahmad Bakhshayesh Ardestani, yang menyebut serangan AS baru-baru ini bertujuan melemahkan Iran di kawasan strategis Selat Hormuz.
Ardestani mengkritik nota kesepahaman yang ditandatangani Iran dan pihak terkait bulan lalu, menyebutnya belum komprehensif dan mengandung ketentuan ambigu. Negosiasi masih berlanjut dengan upaya mediasi dari Pakistan, Qatar, dan Turki.
Ketegangan meningkat setelah United States Central Command (Centcom) melancarkan serangan pada 8 Juli lalu. Komentar politisi Iran ini menyoroti dinamika kompleks politik dan keamanan di sekitar meja perundingan, di mana isu keamanan sering menjadi alat diplomasi.