IRGC Iran mengklaim berhasil menewaskan personel militer AS dalam serangan di Yordania. Klaim ini muncul setelah peringatan keras dari mantan Presiden Donald Trump.
IRGC Iran mengklaim berhasil menewaskan personel militer AS dalam serangan di Yordania. Klaim ini muncul setelah peringatan keras dari mantan Presiden Donald Trump.
Iran mengklaim telah menewaskan personel militer Amerika Serikat dalam serangan terbaru ke wilayah Yordania. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan serangan itu dilancarkan di kawasan Rukban, Yordania, dan merupakan bagian dari fase ke-24 'Operasi Nasr 2'.
Klaim IRGC ini muncul setelah peringatan keras dari mantan Presiden AS Donald Trump, yang menegaskan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi berat jika ada tentara AS yang terbunuh. Pernyataan IRGC dan ancaman Trump memunculkan ketegangan baru di antara kedua negara.
Meski demikian, kedua pihak sebelumnya telah menandatangani memorandum perdamaian pada 18 Juni 2026. Klaim serangan ini menguji ketahanan kesepakatan tersebut di tengah dinamika konflik regional yang terus berkembang.