Marinir AS mengerahkan 2.000 personel dan peralatan militer baru ke Filipina untuk meningkatkan interoperabilitas di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Marinir AS mengerahkan 2.000 personel dan peralatan militer baru ke Filipina untuk meningkatkan interoperabilitas di tengah ketegangan Laut China Selatan.
Korps Marinir Amerika Serikat mulai memperkuat posisi di Filipina dengan kedatangan sekitar 2.000 personel. Pengerahan militer ini juga mencakup kendaraan tempur amfibi, artileri, dan sistem udara tak berawak.
Rotasi pasukan ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas dengan militer Filipina di bawah Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA). Operasi dan latihan bersama direncanakan untuk menguji dan meningkatkan koordinasi taktis.
Pengerahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Laut China Selatan. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya AS memperdalam kemitraan pertahanan dan menegaskan komitmen keamanan di kawasan Indo-Pasifik.